luka sulit sembuh

Luka Sulit Sembuh, Kenapa Yah?

Luka akibat apa pun tentunya membuat orang khawatir. Anda ingin luka tersebut cepat sembuh dan tidak meninggalkan bekas di kulit. Namun pada beberapa kasus, ada pula ditemukan luka yang sulit sembuh. Normalnya penyembuhan luka membutuhkan waktu selama 3 minggu. Untuk beberapa luka dapat memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun untuk sembuh.

Luka merupakan kondisi terjadi kerusakan pada jaringan internal dan eksternal pada tubuh. Umumnya luka menimbulkan pendarahan karena kerusakan pada jaringan tersebut. Sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan menyembuhkan diri. Kemampuan penyembuhan diri secara alami ini membutuhkan waktu yang berbeda-beda pada setiap individu tergantung pada kondisi imun dan kemampuan tubuh untuk dapat pulih kembali.

Apabila luka tidak dirawat dengan benar maka bisa menyebabkan masalah serius seperti amputasi, bahkan bisa menyebabkan kematian. Luka yang dibiarkan dan tidak mendapat perawatan yang tepat, rentan terhadap bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi. Infeksi ini akan meperlambat penyembuhan luka, dan dapat menyebabkan permasalahan baru seperti luka bernanah.

Baca juga: Luka Tekan (Dekubitus)

Berikut adalah beberapa penyebab luka sulit disembuhkan.

  1. Oksigenisasi jaringan

Saat terluka, kulit memiliki mekanisme alamiah untuk membentuk jaringan-jaringan baru hingga luka dapat tertutup alias disembuhkan dengan sempurna. Proses tersebut membutuhkan oksigen yang cukup.

Oleh karena itu, penutup atau perban luka (dressing) harus dipilih dengan tepat agar pertukaran gas dan udara tetap lancar.

  1. Kekurangan nutrisi

“Nutrisi ini penting. Indikatornya bagaimana asupan protein, bagaimana asupan mikronutriennya seperti zinc dan vitamin C. Pembentukan kolagen yaitu sel pembentuk jaringan kulit baru membutuhkan banyak nutrisi-nutrisi tersebut. Dengan demikian, kekurangan nutrisi dapat menghambat proses penyembuhan luka.

  1. Penanganan edema

Edema atau pembengkakan sering mengiringi terjadinya luka. Sebagai contoh, luka akibat kecelakaan umumnya juga disertai organ tubuh yang membengkak akibat benturan atau hantaman yang keras. Jika tidak ditangani dengan tepat, edema dapat menghambat proses penyembuhan luka. Itu Karena semakin bengkak, jaraknya semakin tebal sehingga oksigen semakin sulit menembus jaringan di bawah kulit.

  1. Kelebihan kadar gula dan lipid

Jika kadar protein dan mikronutrien amat dibutuhkan orang yang sedang terluka, gula dan lipid atau kolesterol perlu dikurangi. Kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan luka menjadi semakin kronis sehingga semakin sulit sembuh. Hal inilah yang terjadi pada penderita diabetes. Selain itu, kolesterol juga berbahaya bagi proses penyembuhan luka. Semakin tinggi kolesterol, darah semakin kental sehingga alirannya tidak lancar.

  1. Trauma

Orang yang sedang terluka harus dijauhkan dari trauma. Gesekan, benturan, hantaman, atau kontak lain yang berlebih pada luka dapat membuat proses penyembuhan kian butuh waktu. Luka harus dilindungi agar cepat sembuh. Trauma mungkin menyebabkan luka semakin kronis. Karena Semakin lama luka ada, semakin susah sembuhnya.

  1. Penyakit autoimun

Meski sudah terhindar dari berbagai faktor penghambat penyembuhan luka, luka tetap dapat sulit disembuhkan. Contohnya bagi penderita penyakit autoimun atau penyakit yang menyerang sistem imun tubuh lainnya. Orang dengan kelainan darah misalnya hemofilia juga akan sulit sembuh dari luka karena darah sulit membeku. Selain itu juga orang-orang dengan penyakit lupus.

  1. Faktor sosio-ekonomik

Faktor sosial-ekonomik tak jarang memaksa orang yang sedang terluka untuk tetap bekerja atau beraktivitas. Padahal, aktivitas tertentu dapat memperparah kondisi luka.  Contohnya ada pasien saya penderita diabetes. Kakinya yang terluka tidak boleh ditekan atau istilahnya off-loading, tetapi dia harus tetap jalan untuk bekerja. Off-loading dalam konteks luka kaki penderita diabetes merujuk pada upaya mengurangi beban atau tekanan pada daerah yang terluka. Off-loading mencegah trauma lanjutan pada luka sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

  1. Faktor psikososial

Faktor psikososial juga dapat memperlambat penyembuhan luka. Contohnya, penderita luka harus dihindarkan dari stres.

Luka yang lama sembuh membutuhkan perawatan khusus. Untuk itu, diperlukan perawatan luka yang tepat selama proses penyembuhannya sehingga komplikasi dapat dicegah.


Bagi Anda yang memerlukan layanan perawatan luka gratis, silahkan hubungi kami di informasi sebagai berikut:

Rumah Peka Depok
Alamat: Jl. Proklamasi No.3, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417
Whatsapp: 0877-3134-6585
Facebook: @depokrumahpeka
Instagram: @depokrumahpeka

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Need Help? Chat with us